Home / Kabar Desa / Gairah Raksa Budaya dalam Semarak Kegiatan Seren Taun Kasepuhan Malasari

Gairah Raksa Budaya dalam Semarak Kegiatan Seren Taun Kasepuhan Malasari

[Malasari-malasari.desa.id] Salah satu upaya memelihara tradisi para leluhur yang diwariskan secara sinambung dari generasi terdahulu kepada generasi selanjutnya, masyarakat adat Kasepuhan Malasari mengadakan kegiatan rutin Seren Taun. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1438 H yang jatuh pada tanggal 02 Oktober 2016 sekalgus memeriahkan Tahun Baru Saka 1953 yang jatuh pada tangal 1 hari Tumpek (Sabtu) bulan Kartika. Di Desa Wisata Malasari, Kegiatan adat Seren Taun rutin dilaksanakan setiap tahunnya pada Jumat pertama di bulan Muharam.

Pada tahun 2016 Masehi atau 1953 tahun Candra kala (Caka Sunda), perayaan yang bertemakan “Nyukcruk Galur Para Karuhun, Mapay Tapak Anu Baheula” dilaksanakan selama dua hari (05 s.d. 06 Muharam 1438 H / 06 s.d. 07 Oktober 2016 M). Di hari pertama, Kamis (06/10/2016) sekira pukul 16:20 WIB, kegiatan diawali acara syukuran melalui dzikir dan do’a bersama dipimpin para sesepuh lembaga adat kasepuhan Malasari. Malam harinya kegiatan dilanjutkan dengan Tabligh Islami peringatan Tahun Baru Islam 1438 H. Kapolsek Nanggung, Doddy Rosjadi, hadir memberikan sambutan pembukaan. Menurutnya, kegiatan seren taun menjadi semakin berarti bagi desa Malasari, karena telah menjadi salah satu desa wisata yang ada di Kabupaten Bogor. “Menurut pendapat saya, seren taun merupakan wadah yang bisa mempersatukan kita, memperkuat budaya sunda dan salah satu atraksi wisata,” kata Doddy. Sang da’i, K. H. Eman, mengajak warga kasepuhan Malasari memaknai kegiatan seren taun dengan tindakan nyata perubahan ke arah yang lebih baik di berbagai bidang sesuai tuntunan syariat.

Hari kedua, Jum’at (07/10/2016), kegiatan seren taun diawali prosesi “ritual adat” yang sakral dan penuh khidmat lewat rangkaian doa dipimpin tetua adat, Abah Odon. Luapan rasa syukur dan kegembiraan termanifestasi dalam prosesi ritual adat serta ragam kegiatan yang mengiringinya. Warga bersukacita berbagi rasa gembiran menikmati hidangan bubur dan nasi “kebuli” sebagai manifestasi luapan rasa syukur atas segala berkah yang diterima, diiringi permohonan agar dimasa yang akan datang kegiatan pertanian serta hasil panennya akan lebih melimpah. Selesai prosesi ritual adat, gelaran pertunjukan seni pun dimulai. Lingkung seni Gentra Malasari menghibur warga dengan pertunjukan seni dogdog, angklung dan sajian tembang dan kawih Sunda.
sertakamalasari-01

Acara semakin meriah dengan ditampilkannya festival rakyat dalam bentuk aneka macam arak-arakan dongdang berisi hasil bumi dan makanan siap santap. Secara tertib dan berurut, peserta festival berjalan berarak disertai iringan musik tradisional. Wakil ketua DPRD Kab. Bogor, Ade Munawaroh Yasin (AMY) yang datang bersama rombongan turut serta membersamai arak-arakan dongdang. Dalam kesempatan silaturahmi dengan warga desa Malasari, Teh Ade, memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat desa Malasari atas upaya warga memelihara adat-istiadat, khususnya dongdang. Menurutnya, festival rakyat dongdang yang bisanya dilakukan dalam rangkaian kegiatan Maulid Nabi di kabupaten Bogor dua tahun terakhir menghilang dari kegiatan rutin tahunan kabupaten. Ia berharap agar kegiatan tahunan yang melibatkan banyak masyarakat ini bisa dibangkitkan kembali sebagai kegiatan rutin tahunan. Sebagai bentuk apresiasi, ia memberikan hadiah kepada peserta festival dongdang dari berbagai wilayah yang ada di Desa Malasari.

sertakamalasari-02

Sebagai bagian dari rangkaian acara hiburan rakyak, para pegiat seni dari Buana Raksa Budaya Kp. Kopo RW 003 hadir menyuguhkan tontonan seni beladiri pencak silat dan calung. Kemeriahan acara semakin genap dengan pertunjukan wayang golek semalang suntuk bersama ki dalang Wiwid Widiasana.

sertakamalasari-03
[Pewarta: UOR] [Foto : Suryati & Nurdin]

About desa malasari

Check Also

BRDP-KOPO-002

Buana Raksa Diri Rawat Seni Beladiri Agar Tetap Lestari

[Malasari-malasari.desa.id] Berawal dari keprihatinan akan hilangnya seni dan tradisi beladiri silat tradisional yang diwariskan para …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *