Home / Berita / Buana Raksa Diri Rawat Seni Beladiri Agar Tetap Lestari

Buana Raksa Diri Rawat Seni Beladiri Agar Tetap Lestari

[Malasari-malasari.desa.id] Berawal dari keprihatinan akan hilangnya seni dan tradisi beladiri silat tradisional yang diwariskan para leluhur, sekelompok generasi muda di Kp. Kopo RT 001 RW 003 Desa Malasari berinisiatif berhimpun diri dalam satu wadah organisasi bernama Buana Raksa Diri Pajajaran. Sejak didirikan dua tahun silam, Buana Raksa Diri Pajajaran telah ikut serta berperan aktif melestarikan seni beladiri silat tradisional lewat kegiatan latihan rutin dan pertunjukan di berbagai acara yang diselenggarakan di tingkat desa. Tampil perdana di acara peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan RI, para pesilat dari ragam usia mempertontonkan keterampilan silat mereka lewat keserasian gerak silat beregu, kegesitan peragaan serang-hindar dan permainan silat bersenjata.

BRDP-KOPO-001

Pertunjukan seni beladiri silat Buana Raksa Diri Pajajaran selalu diiringi sajian musik tradisional yang dimainkan para pegiat seni Sanggar Buana Raksa Budaya. Alunan musik nan menawan mengiringi indahnya gerak para pesilat yang sangat terampil memainkan silat “ibing“. Saat ditemui di padepokan Buana Raksa Diri, Rabu (13/04), salah seorang pembina, Yeti Suryati, menjelaskan bahwa kegiatan latihan rutin dilaksanakan tiap malam Kamis dan malam Minggu. Menurutnya, latihan rutin sengaja dilaksanakan malam hari agar tidak mengganggu aktivitas keseharian para pesilat, karena mayoritas anak didik di sanggar yang dibinanya merupakan anak-anak dan remaja usia sekolah. “Selain mengikuti latihan rutin tiap minggu, mereka diwajibkan mengikuti pengajian rutin”, ujar Yeti. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa selain dibekali keterampilan pencak silat dan ditempa kekuatan fisik dan kemahiran pencak silat, para anggota Buana Raksa Diri juga dibekali bimbingan mental spriritual agar mereka memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan kaidah dan norma agama, norma sosial maupun norma susila.

Taryana, yang akrab dipanggil Ki Bodong, salah seorang pelatih dan pembina Buana Raksa menjelaskan filosofi sanggar yang dibinanya. “Kami mendirikan perguruan silat ini semata-mata menjalankan amanat para sesepuh, bukan untuk unjuk diri dan berlaku jumawa”, tuturnya. Menurutnya “pencak silat” memiliki filosofi “panca silaturahmi
yakni menyebarkanluaskan nilai persaudaraan dan silaturahmi dengan para “dulur salembur (red-saudara se-daerah) dan dari empat penjuru mata angin (barat, timur, utara dan selatan). Melalui Buana Raksa Diri para anggota diharapkan memetik hasilnya yakni bisa “ngawirasa”, “ngawiraga”, dan “ngawirama”. Wirasa adalah perasaan/feeling/ekspresi sebagai wujud penghayatan dan penjiwaan. Wiraga adalah dasar wujud lahiriah badan beserta anggota badan yang disertai keterampilan. Wirama adalah dimana gerak yang dihasilkan selaras dengan irama. Dalam wujud nyata, “ngawirasa” berarti mereka bisa mengolah dan mengelola rasa dan perasaan yang menuntun akal pikiran yang akan membimbing gerak refleks fisik ragawi (“ngawiraga”) dan diperhalus dengan keserasian gerak (“ngawirama”). Wujud nyata dalam perilaku sosial sehari-hari tercermin dalam kesiapsiagaan mental, fisik ragawi dan kepekaan pada nilai seni dalam melakukan hubungan antar pribadi.

BRDP-KOPO-002

Dalam melakukan rekrutmen anggota, Buana Raksa Diri bersifat sukarela dimana para calon anggota mendaftarkan diri atas izin dan restu orang tua. Sampai saat ini belum ada penetapan iuran wajib anggota. Para anggota hanya mengganti dana pembelian seragam yang dipakai saat latihan maupun pertunjukan. Diharapkan kedepannya Buana Raksa Diri bisa melahirkan bibit atlit pencaksilat potensial yang mampu ikut serta dalam pertandingan sesuai standar IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Dengan tetap mempertahankan kemandirian, Yeti dan Taryana berharap sokongan dari berbagai pihak guna keberlangsungan dan kemajuan Buana Raksa Diri Pajajaran di masa yang akan datang. (UR)

About desa malasari

Check Also

musrenbangdesmal-002

Pemdes Malasari Gelar Musrenbang untuk Tahun Anggaran 2017

[Malasari-malasari.desa.id] Sesuai amanat Undang-undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa serta peraturan dan regulasi dibawahnya, Pemerintah …

One comment

  1. Anak muda yg kreatif, ini yang membuat sy Salut akan Desa Malasari

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *