Home / Kabar Desa / Geliat Wisata Meningkat, DWM Susun SOP Pengelolaan Homestay

Geliat Wisata Meningkat, DWM Susun SOP Pengelolaan Homestay

[Malasari-malasari.desa.id]-Kegiatan pelatihan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan homestay telah sukses dilaksanakan selama dua hari (12 s.d. 13 Februari 2016). Sebanyak 10 orang dari 30 peserta dipilih secara mufakat sebagai Tim Penyusun draft Standard Operating Procedure (SOP) Pengelolaan Homestay. Dalam rangka melaksanakan tugas penyusunan draft SOP tersebut, peserta yang dipilih sebagai tim penyusun draft kembali berkumpul bersama di Sekretariat Desa Wisata Malasari (DWM) yang berlokasi di Kp. Kramat Banteng, Minggu (21/02) pukul 09:30 WIB.

Penyusunan draft SOP diawali dengan tinjauan ulang garis besar draft SOP yang telah disusun sebelumnya pada saat kegiatan pelatihan. Melalui kegiatan diskusi, curah gagasan dan pendapat model FGD (Focused Group Discussion), draft SOP dikaji bersama dan didiskusikan satu per satu secara bertahap untuk pendalaman materi. Kegiatan diskusi dipandu oleh Asep Suryana, salah seorang pendamping DWM. Menurut Asep, penyusunan draft SOP dilakukan melalui diskusi bersama para pengelola dan calon pengelola homestay agar nantinya menghasilkan standar pelayanan homestay yang dapat dijadikan rujukan bersama dalam pengelolaan homestay di Desa Wisata Malasari.

???????????????????????????????
Tim Penyusun SOP Pengelolaan Homestay sedang berdiskusi

“SOP Pengelolaan Homestay dapat dijadikan rujukan bagi para pengelola dan calon pengelola homestay dalam melakukan kegiatan kepariwisataan, khususnya dalam layanan akomodasi,” ujar Ceceng, sapaan akrab Asep Suryana. Menurutnya, pengelolaan homestay di DWM harus seragam dalam hal penyediaan fasilitas dan layanan yang memenuhi standar homestay yang baik dan memadai. Ia juga mengingatkan para pengelola dan calon pengelola homestay bahwa selain ketersediaan fasilitas dan layanan yang memadai, yang paling utama adalah keramahtamahan (hospitality).

Secara garis besar SOP pengelolaan homestay memuat prosedur proses penerimaan tamu, fasilitas kelengkapan homestay yang memenuhi indikator sehat dan bersih, prosedur hygiene dan sanitasi fasilitas homestay, penampilan personal pengelola homestay, tata cara melepas kepergian tamu. Dalam hal penyajian welcome-drink, para penyusun sepakat agar minuman dan makanan tradisional lokal dijadikan sebagai menu utama. Dari hasil diskusi bersama terungkap bahwa ternyata di Desa Malasari banyak potensi kuliner lokal yang patut dan layak dijadikan unggulan. Salah seorang penyusun, Saeful Majlis, menekankan pentingnya berpenampilan sundawi dalam proses penerimaan tamu sebagai penciri kecintaan pada adat dan tradisi sundawi.

Melalui diskusi yang cukup panjang, lahirlah draft SOP Pengelolaan Homestay Desa Wisata Malasari. Meskipun masih terdapat beberapa hal yang perlu dilengkapi dan disempurnakan, setidaknya SOP yang telah disusun dapat dijadikan acuan baku dalam pengelolaan homestay di Desa Wisata Malasari. SOP tersebut juga dapat dijadikan salah satu acuan dan bahan pertimbangan dalam penentuan kebijakan di tingkat desa dalam hal pengembangan wisata. Untuk menambah bekal pengetahuan dan keterampilan pengelolaan homestay, DWM berencana menyelenggarakan studi banding pengelolaan homestay dan pelatihan kuliner beberapa bulan ke depan. (UR)

About desa malasari

Check Also

Akibat Bencana Tanah Amblas, Warga Kp. Sikantor Mengungsi

[Malasari-malasari.desa.id] Tingginya curah hujan yang turun terus menerus mengakibatkan timbulnya bencana di beberapa wilayah di …

2 comments

  1. Objek wisata yg potensial di Ds Malasari harus di diimbangi dg kemampuan masyarakat nya dan aturan yg jelas ssupaya bisa bisa mengangkat ekonomi masyarakat.

  2. Langkah yg tepat cerdas dalam dunia kepariwisataan, mengingat homestay juga akan terjadi pusat transformasi pengetahuan antar banyak pihak, sukses

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *