Home / Kabar Desa / Pelatihan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Pengelolaan Homestay

Pelatihan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Pengelolaan Homestay

[Malasari-malasari.desa.id]-Dalam rangka mengembangkan pariwisata di Desa Wisata Malasari (DWM), Pesona Malasari (PM) sebagai operator pelaksana manajemen usaha dan jasa pariwisata Desa Malasari, menyelenggarakan kegiatan pelatihan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan homestay. Kegiatan berlangsung selama dua hari berturut-turut, Jum’at dan Sabtu (12-13 Februari 2016). Kegiatan dipusatkan di Sekretariat KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) Warga Saluyu yang berlokasi di Kp. Talahab Sentral Desa Malasari Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor. Pelatihan tersebut diikuti 30 orang peserta dari berbagai wilayah di Desa Malasari.
Lat-Peng-HS-001
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua DWM, Suryana. “Mari kita sama-sama belajar dan saling berbagi pengalaman, agar pengelolaan wisata di desa kita lebih maju,” ajak Suryana kepada para peserta pelatihan. Menurutnya, kegiatan tersebut dilaksanakan supaya tatakelola wisata di DWM lebih maju dan berdampak positif pada
peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Ketua BPD Malasari, Rohmat Hidayat, atas nama pemerintahan desa sangat mendukung kegiatan tersebut. Ia sangat mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam membangun dan mengembangkan wisata di desa Malasari melalui kegiatan promosi, studi banding dan kerjasama. “Lima tahun ke depan, pemerintah desa akan menjadikan desa wisata sebagai prioritas pembangunan desa. Awal tahun 2016, DWM akan melakukan kerjasama dengan TNGHS dan PT Antam berupa pengembangan wisata setu Cisangku,” ungkap Rohmat. “Saya berharap apa yang disampaikan pemateri menjadi modal pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan homestay,” imbuhnya.
Materi pelatihan disampaikan dua narasumber dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Sugiono dan Eka Lydya. Sugiono mengajak para peserta bersama-sama menyanyikan lagu “Desaku”. Senandung lagu dan lirik lagu “Desaku” menciptakan suasana yang rileks dan menyenangkan. Ia mengajak para peserta menghayati kandungan nilai filosofis lagu tersebut secara kontekstual dalam wujud prilaku dan tatakrama sebagai orang desa. Selanjutnya secara singkat ia menggambarkan bagaimana penyelenggaraan wisata pedesaan dari aspek fisik, manajerial dan operasional.
Lat-Peng-HS-002
Eka Lidya, pemateri kedua, sebelum menyampaikan materi Pengelolaan Homestay, memberikan gambaran singkat mengenai pengertian pariwisata, pentingnya pariwisata, komponen pengembangan pariwisata, pengertian desa wisata, model dan peluang pengembangan wisata serta isu strategis pengembangan desa wisata. Mengakhiri penjelasan materi pertama, Eka menyatakan “ Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat memerlukan waktu, tidak bisa instant.” Menurut Eka, pariwisata berbasis masyarakat memerlukan usaha yang banyak untuk melatih dan mengorganisasikan serta meningkatkan kapasitas pariwisata. Penyampaian materi berlangsung sampai maghrib dan diselingi jeda ishoma sebelum dilanjutkan ke materi berikutnya.
Setelah ishoma, peserta pelatihan disuguhi materi Tata Kelola Desa Wisata, diantaranya : komponen produk desa wisata, faktor-faktor yang harus diperhatikan, pengemasan produk desa wisata, dan fasilitas pendukung desa wisata. Diskusi yang dibawakan Eka dengan santai, nyaman dan menyenangkan membuat para peserta semakin semangat. Menjelang tengah malam, materi berlanjut pada materi Penataan Homestay. Bahasan yang disampaikan antara lain: definisi homestay, syarat homestay, proses penentuan homestay, ketentuan pengelola homestay, sanitasi dan higienis, penataan fasilitas homestay, persiapan menyambut tamu, melayani tamu, dan tata cara berbusana. Setelah pemaparan materi dan diskusi selesai para peserta diarahkan untuk istirahat di beberapa homestay setempat sebagai tamu dan mencatat hal-hal yang perlu didiskusikan sesuai dengan kondisi homestay yang mereka tempati.
Lat-Peng-HS-003
Esok harinya, Sabtu (13/02) para peserta mendiskusikan pengalaman mereka di homestay tempat mereka menginap. Hal tersebut dilakukan sebagai bahan evaluasi untuk tujuan mencontoh praktik pengelolaan yang baik dan meningkatkan praktik tata kelola homestay yang kurang baik. Selanjutnya para peserta mendapatkan bimbingan teknis sanitasi dan higienis melalui demonstrasi dan praktek. Berdasarkan materi yang disampaikan dan hasil diskusi bersama, para peserta dipandu untuk membuat Standard Operating Procedure (SOP) Pengelolaan Homestay sebagai rujukan bagi para pengelola dan calon pengelola homestay dalam layanan akomodasi. Dikarenakan keterbatasan waktu, para peserta bersepakat menunjuk 10 orang perwakilan peserta dari beberapa perwakilan wilayah untuk merumuskan draft SOP. Berdasarkan kesepakatan, tim penyusun draft SOP akan mendiskusikan bahan draft SOP pada pertemuan lanjutan yang dijadwalkan hari Minggu (21/02/2016) mendatang. (UR)

About desa malasari

Check Also

Akibat Bencana Tanah Amblas, Warga Kp. Sikantor Mengungsi

[Malasari-malasari.desa.id] Tingginya curah hujan yang turun terus menerus mengakibatkan timbulnya bencana di beberapa wilayah di …