Home / Tak Berkategori / Kegiatan Peningkatan Kapasitas RW dan RT Tahun 2015

Kegiatan Peningkatan Kapasitas RW dan RT Tahun 2015

bimtekrtrw-001Malasari[malasari.desa.id]– Pemerintah Desa Malasari, Sabtu (12/12/2015,) menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis administrasi bagi Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) se-Desa Malasari yang dilaksanakan di aula kantor desa, dihadiri staf desa, para pengurus BPD dan 65 peserta terdiri dari 4 Kepala Dusun, 12 Ketua RW dan 49 Ketua RT. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Desa Malasari dalam rangka meningkatkan kapasitas lembaga kemasyarakatan desa sebagai mitra pemerintah desa dalam membantu pelaksanaan fungsi penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa dan pemberdayaan masyarakat desa.
bimtekrtrw-002
Acara dimoderasi oleh Ketua BPD, Rohmat Hidayat. Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Malasari, E. Sukendar. Dalam sambutannya ia menuturkan bahwa pembinaan RT dan RW biasa dilakukan melalui Rapat Minggon, namun kali ini pemdes menyediakan waktu lebih melalui fasilitasi peningkatan kapasitas RT dan RW dalam rangka peningkatan kinerja yang lebih baik. Ia juga menuturkan bahwa RW dan RT sebagai lembaga kemasyarakatan desa mempunyai tugas melakukan pemberdayaan masyarakat desa, ikut serta dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, dan meningkatkan pelayanan masyarakat desa. Pada kesempatan itu hadir pula Kapolsek Nanggung, Dodi Rosadi, yang baru bertugas selama tiga pekan di wilayah Nanggung. Kapolsek bersama jajarannya berkunjung ke Desa Malasari dalam rangka melaksanakan program Ngariung Bareng Polisi. Kapolsek menyampaikan pentingnya administrasi yang tertib, baik dan benar. “Tanpa administrasi dan tanpa proses yang dibuat oleh desa, anggaran dana desa tidak akan keluar. Ketika kita sudah berbuat baik tapi administrasi tidak benar akan berdampak buruk, sehingga administrasi harus tertib dan benar. Jangan sampai karena cacat administrasi terjerat masalah hukum,” tuturnya.
bimtekrtrw-003
Acara dilanjutkan dengan kegiatan pokok. Narasumber pertama, Sukandar (Sekretaris Desa) mengawali pemaparan dengan sejumlah agenda penting desa yang harus segera diselesaikan di akhir tahun 2015, yakni desa harus membuat laporan realisasi anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) tahun 2015, laporan kinerja kepala desa (LKKD), dan laporan penyelenggaraan pemerintah desa (LPPD). Selain tiga dokumen penting tersebut pemdes juga harus mulai mencatat program yang akan diajukan pada tahun 2016, pembuatan Perdes APBDes TA 2016, perencanaan pembangunan desa tahun 2016. Tiga sumber dana yakni dana desa, alokasi dana desa, dan dana bagian desa dari pajak dan retribusi daerah harus jelas peruntukan dan realisasi penggunaannya harus dituangkan dalam APBDes yang diperkuat dengan Peraturan Desa. Menurutnya, di 2016 akan semakin ketat untuk pengawasan penggunaan sumber dana yang diperoleh desa. Melalui musrenbang yang direncanakan minggu depan akan dibahas perencanaan alokasi anggaran di tahun 2016. Materi lain yang disampaikan sekretaris desa selanjutnya yaitu paparan singkat mengenai UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, Peraturan Pemerintah, Perda dan Perbup yang berkaitan dengan desa dan lembaga kemasyarakatan desa, Tupoksi RT dan RW, serta tatacara pembentukan dan pemberhentian RT dan RW.
bimtekrtrw-004
Materi tentang Kependudukan dan Pencatatan Sipil disampaikan oleh Kaur Pemerintahan, Kono Sukendar. Secara teknis terbimbing para RT dan RW melalui media projector dan format isian yang dibagikan kepada masing-masing peserta langsung dipandu berlatih mengisi beberapa format isian data kependudukan diantaranya Surat Pengantar, rekapitulasi perkembangan penduduk, data kepemilikan KK dan KTP, formulir permohonan KTP serta data pendukungnya, surat keteranan KK, pencatatan dan pemutakhiran biodata penduduk serta penerbitan nomor induk kependudukan (NIK); pendaftaran perubahan alamat; pendaftaran pindah datang penduduk dalam skala RT, RW dan desa; pendaftaran warga tinggal sementara atau musiman; pendaftaran pindah datang dan lain-lain. Selanjutnya peserta melakukan tanya jawab seputar masalah kependudukan dan pencatatan sipil serta pemecahan persoalan yang dihadapi. “Saya harap format isian bisa segera diisi dengan benar untuk bahan laporan tahunan”, pungkas Kono di akhir pemaparan.
bimtekrtrw-005
Setelah rehat acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Kaur Kesra, Syamsul Bahri. Di awal pemaparan ia menghimbau agar para peserta pelatihan mengikuti kegiatan dengan baik supaya menghasilkan data yang akurat. “Data-data pribadi maupun keluarga ada sebagian yang salah terutama terutama dalam KK dan KTP. Untuk itu kami mohon supaya data kependudukan penduduknya supaya bisa diperbaiki disesuaikan dengan identitas diri masing-masing,” kata Syamsul. Menurutnya kalau salah data identitas mungkin akan bermasalah dalam mendapatkan layanan seperti Jamkesmas, BPJS maupun Kartu Indonesia Sehat. “Mengurus apapun tidak akan bermasalah jika didukung dengan data yang benar dan akurat”, imbuhnya. Peserta dipandu mengisi data pendukung yang diperlukan untuk mengisi beberapa Surat Keterangan yang diperlukan untuk mendapatkan layanan kesra.
Kegiatan bimbingan teknis dilanjutkan dengan pengisian analisa kebutuhan pembangunan fisik maupun non fisik tiap RT dan RW yang dipandu sekretaris desa untuk bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. “Sebagai bukti realisasi hasil pelatihan ini diharapkan dalam waktu dekat saya minta beberapa laporan, karena per tanggal 25 Desember perencanaan harus segera selesai yang nantinya akan dituangkan dalam APBDes dan RKPDes,” ujar Sukandar. “Partisipasi aktif seluruh peserta merupakan bukti nyata kemitraan antara pemdes dan lembaga kemasyarakatan yang ada di Malasari,” imbuhnya. Menutup kegiatan, moderator acara, Rohmaat Hidayat, menyimpulkan bahwa “jabatan adalah amanah, baik dari pimpinan maupun dari rakyat. Para ketua RT dan RW seyogianya dapat menyampaikan informasi dari pimpinan kepada masyarakat maupun sebaliknya.” Selanjutnya ia menyatakan “Ketika bicara data, itu adalah sesuatu yang pasti bukan bicara soal ‘mungkin’. Mari kita semua terus meneriakkan yel bahwa kita masih butuh ilmu’, kita masih butuh pengetahuan.”

About desa malasari

Check Also

Pembinaan PKK-001

TP PKK Kecamatan Nanggung Lakukan Pembinaan di Desa Malasari

[Malasari-malasari.desa.id]– Tim Penggerak Pendidikan dan Pemberdayaan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Nanggung melakukan kegiatan pembinaan 10 …

2 comments

  1. Keren. Berdayakan RT dam RW jadi kunci lahirnya prakarsa desa. Gagasan desa berdaulat makin segera terwujud

  2. Rojak Nurhawan

    Tingkatkan terus semangat belajar karena belajar sepanjang hayat….salam ka urang Malasari

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *