Home / Berita / Rapat Koordinasi Pemdes, MUI dan Para Guru Ngaji Desa Malasari

Rapat Koordinasi Pemdes, MUI dan Para Guru Ngaji Desa Malasari

??????????Malasari-malasari.desa.id-Bertempat di balai Desa Malasari, hari Senin, tanggal 12 Oktober 2015, pemdes Malasari menggelar rapat koordinasi yang dihadiri oleh ketua MUI Desa Malasari dan para guru ngaji yang ada di wilayah Desa Malasari. Rapat koordinasi yang dimoderasi oleh Kaur Kesra, Syamsul Bahri, membahas empat agenda pokok yaitu : soliasisasi menyambut tahun baru Islam, bagaimana menjalin kerjasama yang baik antara pemdes dan para guru ngaji dalam bidang keagamaan, pemutakhiran data dan pembagian insentif guru ngaji.
Pemdes Malasari yang diwakili Sekretaris Desa, Sukandar, atas nama kepala desa menyampaikan terima kasih kepada para guru ngaji yang sangat antusias menghadiri undangan. Rapat koordinasi dilaksanakan dalam rangka memberikan motivasi kepada para guru ngaji. Menurutnya MUI Desa Malaari sebagai penanggung jawab dan koordinator kegiatan pembangunan bidang keagamaan di tingkat desa wajib memberikan bimbingan kepada para guru ngaji sebagai pelaksana utama kegiatan keagamaan di lingkungan masing-masing. Desa Malasari mempunyai 101 guru ngaji. Setelah dilakukan verifikasi data ternyata terdapat 81 orang guru ngaji. Dari jumlah tersebut yang mendapatkan insentif baru 25 orang dan setelah pengusulan ulang bertambah menjadi 50 orang yang berhak mendapatkan insentif. Ia mengajak para guru ngaji agar segera melengkapi data berupa identitas, biodata dan profil lengkap lembaga yang mereka kelola.
Pada kesempatan itu ketua MUI Desa Malasari, A. Ramin, menyampaikan pentingnya kerjasama antara para pihak dalam menjalankan tugas mulia membimbing masyarakat sebagai bentuk perjuangan menegakkan ajaran agama. “Atas nama kelembagaan MUI Desa Malasari saya memohon maaf atas segala kesalahan dalam melaksanakan tugas. Marilah kita menjalankan tugas kita secara benar dan penuh kesabaran,” ujar A. Ramin. Ia mengajak para guru ngaji supaya meningkatkan pemahaman mereka, khususnya dalam hal keragaman pemahaman “fariyyah fiqhiyyah”, supaya masyarakat mendapat pencerahan yang semestinya. “Toleransi dan persatuan adalah hal yang penting untuk diperjuangkan,” imbuhnya.
??????????
Pada sesi tanya jawab dan sumbang saran, salah seorang partisipan, Ahmad Fatoni, memohon agar pihak pemerintah desa menyediakan format blanko isian data untuk mempermudah pembaharuan data supaya didapatkan data yang lengkap dan akurat. Ia juga meminta pengurus MUI Desa agar melakukan pemantauan lewat pengajian keliling di lingkungan di seluruh wilayah desa Malasari supaya terjalin komunikasi yang baik antara MUI desa dan para gurun gaji. Dede Firmansyah, pengurus pondok pesantren Nurul Khoer Kp. Pabangbon menyampaikan “Saya sangat mengapresiasi upaya desa melakukan pendataan ulang, insyaa Allah kami agak segera melakukannya. Sekaligus pada kesempatan ini saya memohon agar pemerintah desa Malasari mengeluarkan surat domisili lembaga kami. Saya mengusulkan tolong diadakan pengajian keliling tingkat desa.” Hal senada disampaikan oleh Suwarta dari Kp. Nirmala. Ia juga menyampaikan laporan kegiatan pengajian yang rutin dilakukan di Kp. Nirmala.
Menanggapi usulan para partisipan, Sekdes menyatakan pihak desa akan menyediakan formulir profil isian data bagi masing-masing guru ngaji dan lembaga yang dikelolanya untuk memenuhi kelangkapan administrasi. Pemdes beserta MUI desa berencana akan mengadakan pengajian keliling tingkat desa, namun dalam pelaksanaannya perlu dimusyawarahkan lebih dahulu dan menunggu usulan dan kejelasan jadwal kegiatan pengajian di masing-masing lingkungan.

About desa malasari

Check Also

musrenbangdesmal-002

Pemdes Malasari Gelar Musrenbang untuk Tahun Anggaran 2017

[Malasari-malasari.desa.id] Sesuai amanat Undang-undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa serta peraturan dan regulasi dibawahnya, Pemerintah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *