Home / Berita / Kunjungan Para Peneliti ICRAF ke Desa Malasari

Kunjungan Para Peneliti ICRAF ke Desa Malasari

?????????????Sekitar 25 orang peneliti World Agroforestry Centre (ICRAF) dari berbagai negara mengunjungi area Kecamatan Nanggung, tepatnya kantor Kecamatan Nanggung, area desa Parakan Muncang dan area Desa Malasari, hari Rabu (16/09/15). Tujuan kunjungan mereka adalah untuk berdiskusi dengan masyarakat setempat mengenai kebudayaan
masyarakat, praktek pertanian dan agroforestry serta pemasaran hasil-hasilnya. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pertemuan tahunan ICRAF yang diadakan di Bogor pada tahun ini, setelah pada tahun-tahun sebelumnya dilakukan di kantor pusat ICRAF di Nairobi, Kenya. Kantor ICRAF di Bogor, Indonesia merupakan kantor regional ICRAF untuk wilayah Asia Tenggara yang berkantor di Jl. CIFOR, Situ Gede, Sindang Barang, Bogor. Tema kegiatannya adalah ICRAF Science Week 2015, Agroforestry Steps to Sustainable Development.
?????????????Kunjungan ICRAF tahun ini ke Desa Malasari merupakan kunjungan kali kedua. Pada kunjungan sebelumnya di bulan Juni lalu (12/06/15), ICRAF Indonesia membawa para peserta Australian Leadership. Para peneliti ICRAF tiba di Desa Malasari sekitar pukul 13:00 WIB setelah melakukan kunjungan ke Desa Parakan Muncang. Setibanya di Desa Malasari, mereka disambut oleh Kepala Desa Malasari dan perwakilan masyarakat setempat dengan sajian tarian dan musik tradisional dari Lingkung Seni Gentra Asih Makasari asuhan Pak Kosnadin dan Bu Cucu Nuryani. Setelah saling memperkenalkan diri, acara dilanjutkan dengan makan siang dan hiburan.
Acara dilanjutkan dengan diskusi antara para peneliti ICRAF dan para perwakilan masyarakat desa Malasari. Diskusi diawali dengan pengantar singkat oleh James Michael Roshetko mengenai maksud kunjungan para peneliti ICRAF dilanjutkan dengan informasi singkat profil desa Malasari oleh Kepala Desa Malasari, E. Sukendar (Abah Gedhe). Juru bicara KDTK Nyungcung, Elia, memaparkan peran perempuan di Kp. Nyungcung dalam pengelolaan lahan dan konservasi hutan sesuai nota kesepahaman dengan pihak TNGHS lewat penetapan zonasi. Masyarakat berinisiatif mengelola lahan melalui kegiatan penanaman pohon, penanaman benih dan pemetaan tata ruang (pemetaan partisipatif). “Kami bisa membuktikan kepada pihak pemerintah bahwa kami mampu dan bisa melakukan konservasi dengan inisiatif dan prakarsa kami sendiri,” kata Elia. Menanggapi peran KDTK, Jim mengungapkan, “This model will become a model for other countries”. Tata memeperkuat komentar Jim bahwa model tersebut juga merupakan salah satu program Kementerian Kehutanan RI disamping program “social forestry” dan “community forestry”.
?????????????Rohmat Hidayat, juru bicara Desa Wisata Malasari, memaparkan 3 kesepakatan antara masyarakat lokal dengan pihak TNGHS yaitu : a) Kesadaran masyarakat untuk melindungi kawasan hutan, b) peningkatan ekonomi masyarakat melalui pertanian, peternakan, perikanan, dll, serta c) kesepakatan ruang lewat penetapan zonasi. Kemudian ia memaparkan peran DWM dalam pengembangan wisata alam berbasis masyarakat (Community Based Tourism). “Kami sedang mengembangkan ekowisata melalui dua paket. Ada paket Halimun Lembur Experience (HALE) dan Halimun Adventure Journey (HAJO),” kata Rohmat. “Kami berharap kunjungan para peneliti ICRAF bisa jadi ajang promosi bagi Desa Wisata Malasari,” imbuhnya.
Setelah selesai diskusi, Ketua TP PKK Desa Malasari, Kokom Komariah, memberikan cinderamata kepada rombongan ICRAF berupa gula merah (palm sugar) produk lokal. Selanjutnya rombongan dibawa ke Leuwi Bombang, salah satu objek wisata di Desa Wisata Malasari.
hajo

About desa malasari

Check Also

musrenbangdesmal-002

Pemdes Malasari Gelar Musrenbang untuk Tahun Anggaran 2017

[Malasari-malasari.desa.id] Sesuai amanat Undang-undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa serta peraturan dan regulasi dibawahnya, Pemerintah …

4 comments

  1. malasari dg segala daya tariknya, mantap…

  2. Yanto Lakbok

    Cb usulkan Desa-desa lain jg untuk bs dikunjungi oleh Para Peneliti dr ICRAF…mudah2an bs membantu mengembangkan potensi lokal desa..

  3. Salah satu cara memindahkan pengetahuan ke desa adalah sharing dengan orang2 yg punya penglaman dan punya kededulian

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *