Home / Berita / MKK Cisangku : “Leuweung Hejo Masyarakat Ngejo”

MKK Cisangku : “Leuweung Hejo Masyarakat Ngejo”

Exif_JPEG_420Malasari-malasari.desa.id (24/08/15) – Model Kampung Konservasi (MKK) merupakan terjemahan dari Model Desa Konservasi yang diimplementasikan oleh Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Saat ini tercatat sebanyak 26 MKK, salah satunya MKK Cisangku yang berlokasi di Kp. Cisangku Desa Malasari Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor. MKK Cisangku bermitra dengan TNGHS dengan menyelaraskan dua kepentingan, baik kepentingan taman nasional maupun kepentingan masyarakat. “Kedua belah pihak masing-masing punya hak dan kewajiban, ” kata Hendrik, salah seorang pegiat MKK yang telah bermitra sejak tahun 2007.
MKK Cisangku berkonsentrasi di bidang konservasi lahan. Dalam pelaksanaan kegiatannyaa melibatkan masyarakat mulai dari penanajman, pengembangan sampai dengan pengambilan manfaat dari program-program yang dilaksanakan kelompok. Selain kegiatan kelompok, MKK Cisangku juga mendirikan CV Mitra Kampung Konservasi sebagai upaya “generating income”. Salah satu bidang usaha yang dijalankan adalah penyediaan air minum siap saji yang diambil dari sumber air pegunungan Halimun.
Desa Malasari memiliki beberapa sumber air yang terjaga kemurniannya, antara lain di blok Legok Buluh, Cikupa, Cisalada 1, Cisalada 2, Cinyenang, Kiara, dan Legok Genjer. Yang saat ini diproduksi oleh MKK Cisangku berasal dari blok Legok Genjer. Melalui 200 batang pipa sepanjang 1200 meter air dialirkan ke penampungan. “Bicara soal kualitas air, ya jauh lebih bagus daripada air yang diproduksi oleh pabrik minuman terkenal saat ini. Bahan baku kita dari survai 8 mata air paling tinggi TDS-nya 30. Yang kita produksi 18 TDS mentahnya, menghasilkan air yang TDS-nya 001. Sedangkan produk terkenal saat ini TDS-nya 57 sudah dikemas rapi,” jelas Hendrik saat ditanya soal kualitas air yang diproduksi CV MKK Cisangku. Kemampuan produksi per hari bisa mencapai 400 galon. Namun, distribusi penjualannya terkendala lemahnya pemasaran karena belum ada tenaga khusus pemasaran yang handal.
Terkait soal konservasi Hendrik menyatakan : “MKK Cisangku sudah menguatkan tekad untuk melindungi dan melestarikan kawasan.” Dengan motto MKK Cisangku “Leuweung Hejo Masyarakat Ngejo” ia berharap program-program yang selama ini dilaksanakan akan mendorong kemandirian kelompok dalam meningkatkan taraf hidup dengan tetap menjaga keseimbangan alam dan manusia dengan bersinergi tanpa merusak ataupun mengeksploitasi alam secara tak seimbang.

About desa malasari

Check Also

musrenbangdesmal-002

Pemdes Malasari Gelar Musrenbang untuk Tahun Anggaran 2017

[Malasari-malasari.desa.id] Sesuai amanat Undang-undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa serta peraturan dan regulasi dibawahnya, Pemerintah …

One comment

  1. Sampurasun..

    Untuk melepas kangen pulang ka kampung, kuring hanya bisa membaca perkembangan desa lewat web Desa…
    sedikit nulis tentang Desa wisata Malasari di klik aja http://wisatahalimun.co.id/desa-wisata-malasari-jantungnya-wisata-taman-nasional-gunung-halimun-salak.

    salam Dedeh ka lembur

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *