Home / Berita / From Ausie to Malasari : Rabu Seru Bersama Tamu dari Negeri Kangguru

From Ausie to Malasari : Rabu Seru Bersama Tamu dari Negeri Kangguru

Malasari-malasari.desa.id – Bertepatan dengan hari ulang tahun kota Bogor ke-533, Rabu (03/06/2015) Desa Malasari didatangi beberapa orang tamu dari Australia. Mereka adalah para peserta Australian Rural Leadership Program (ARLP) angkatan ke-21 sebanyak 12 orang. Kedatangan peserta ARLP tersebut dalam rangka agenda tur dua minggu di Indonesia. Para peserta didampingi oleh beberapa orang staf World Agroforestry Centre / ICRAF Indonesia. Mereka berasal dari beberapa negera bagian dan latarbelakang profesi dan organisasi yang berbeda. Mereka diterima oleh Kepala Desa Malasari beserta istri di rumah kediamannya, di Kp. Legok Heulang Desa Malasari Kec. Nanggung.

Alunan Musik Angklung dan Dogdog Menyambut Tamu dari Negeri Kangguru, Australia
Alunan Musik Angklung dan Dogdog Menyambut Tamu dari Negeri Kangguru, Australia

Alunan musik tradisional angklung dan dogdog menyambut datangnya tamu yang baru tiba. Sambil diiringi indahnya suara instrumen musik gamelan, para tamu disilakan memasuki teras depan rumah Kepala Desa Malasari, E. Sukendar (52) yang akrab disapa Abah Gedhe. Mereka duduk lesehan untuk beristirahat sejenak sambil terus disuguhi merdunya tiupan seruling dan alunan musik dari instrumen gamelan yang mendayu-dayu.

Peserta ARLP memasuki Teras Rumah Kepala Desa Malasari Diiringi Musik Tradisional
Peserta ARLP memasuki Teras Rumah Kepala Desa Malasari Diiringi Musik Tradisional

Dalam sambutan selamat datang, istri Kepala Desa Malasari, Komariah (48) menyampaikan ucapan terima kasih dan permohnan maaf jika penyambutan dan penerimaan tamu tidak sesuai dengan yang semestinya serta mempersilakan para tamu menikmati suguhan musik tradisional. Selanjutnya pada kesempatan itu Kepala Desa menyampaikan gambaran umum singkat mengenai Desa Malasari, seperti luas wilayah, kegiatan keseharian penduduk dan lain-lain. Kemudian ia mempersilahkan para tamu menikmati sajian hidangan makan siang. “Karena para tamu sudah menempuh perjalanan yang cukup panjang, sebaiknya makan siang dulu,” kata Abah Gedhe kepada para tamu di akhir sambutannya.

Abah Gedhe Beserta Istri Saat Mnerima Para Tamu dari Australia
Abah Gedhe Beserta Istri Saat Mnerima Para Tamu dari Australia

Sambil menikmati sajian makan siang, para tamu disuguhi beberapa alunan lagu dari suara para pesinden yang sangat merdu, dengan iringan musik tradisional gamelan. Mereka menyanyikan beberapa tembang/kawih pilihan. Suguhan seni gondang membuat suasana semakin seru dan meriah. Para tamu menari bersama para pegiat seni Desa Malasari yang dimotori pasangan suami-istri, Kosadin (55) dan Cucu Nuryani (49). Para pemain terdiri dari tiga generasi usia yang berbeda. “Kami sengaja melibatkan seniman dari usia muda agar terjadi proses regenerasi dalam bidang seni tradisional,” kata Cucu setelah pertunjukkan selesai.

Kegembiraan Bersama Saat Para Tamu Menikmati Jamuan Makan Siang
Kegembiraan Bersama Saat Para Tamu Menikmati Jamuan Makan Siang

Setelah jamuan makan siang, acara dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu oleh Janudianto (30), dari ICRAF (International Center for Research in Agroforestry). Diskusi dimulai dengan paparan singkat mengenai kondisi ekonomi, sosial, dan budaya warga masyarakat Desa Malasari serta program prioritas pembangunan saat ini. Selanjutnya, Eli (32), salah seorang pegiat KSM & KDTK dari Kp. Nyungcung memaparkan peran penting perempuan dalam manajemen pengelolaan lahan yang termasuk dalam zonasi kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Sesekali peserta diskusi melakukan tanya jawab mengenai paparan yang disampaikan. ‘Kami mampu menunjukkan kepada pemerintah dan pengelola TNGHS bahwa kami mampu menjaga hutan tetap lestari dan mendisain tata ruang pemanfaatan lahan yang tepat,” kata Eli di akhir paparannya.
Sehubungan dengan potensi sumber daya alam yang cukup melimpah, Sekretaris Desa Malasari, Sukandar (41), secara singkat memaparkan latar belakang, maksud, tujuan dan langkah-langkah strategis yang telah, sedang dan akan dilakukan dalam rangka mewujudkan Desa Malasari sebagai salah satu destinasi wisata pilihan, baik untuk turis domestik maupun manca negera. Ia meminta para peserta diskusi untuk membantu menyebarluaskan informasi mengenai potensi wisata desa Malasari, baik wisata massal maupun wisata khusus. Diskusi diakhiri dengan paparan singkat mengenai Model Kampung Konservasi (MKK) Kp. Cisangku oleh Rohmat Hidayat, Ketua BPD Malasari dan Sekretaris MKK. “Model Kampung Konservasi merupakan konsep dari pengelola TNGHS yang disandingkan dengan kebiasaan masyarakat dalam hal pengelolaan dan pemanfaatan lahan,” jelas Rohmat di awal paparannya.

Wakil Peserta ARLP Berpamitan Meninggalkan Desa Malasari Menuju Jakaarta
Wakil Peserta ARLP Berpamitan Meninggalkan Desa Malasari Menuju Jakaarta

Karena hari menjelang sore, diskusi diakhiri dengan beberapa pertanyaan dari peserta dan disimpulkan oleh pemandu diskusi. Akhirnya para tamu dari Australia yang dipimpin Tracey Morris menyampaikan ucapan terimakasih dan kata-kata perpisahan dengan berpamitan meninggalkan lokasi untuk melanjutkan perjalanan menuju ibu kota Jakarta.

About desa malasari

Check Also

musrenbangdesmal-002

Pemdes Malasari Gelar Musrenbang untuk Tahun Anggaran 2017

[Malasari-malasari.desa.id] Sesuai amanat Undang-undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa serta peraturan dan regulasi dibawahnya, Pemerintah …

6 comments

  1. Malasari harus terus berbenah diri demi terwujudnya desa konservasi dan desa wisata yang berbudaya.
    Keep spirit !

  2. Wow, , Desa Malasari semakin mendunia z, salut!

  3. Desa Malasari sangat berpotensi menjadi desa wisata. Mantap. Terus kembangkan.

  4. Ada organisasi deJavato yg suka mengadakan kegiatan menghadirkan relawan dari luar negeri utk mengabdi desa

  5. Sepakat dengan Mbak Siti, semoga kunjungan ini dapat memotivasi Desa Malasari agar lebih maju. Semangat!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *