Home / Berita / Lanjutan Sosialisasi IP4T : “Sebuah Aksi-Kolektif Pemdes dan Warga”

Lanjutan Sosialisasi IP4T : “Sebuah Aksi-Kolektif Pemdes dan Warga”

????
Ketua Tim Sosialisasi IP4T Menyampaikan Pemaparan Umum di Kp. Garung Desa Malasari Kec. Nanggung Kab. Bogor

Tim Sosialisasi IP4T Desa Malasari kembali terjun ke lapangan melakukan kegiatan sosiaisasi di dua tempat yang berbeda pada hari Sabtu (16/05/15) kemarin. Kegiatan pertama dilaksanakan di Kp. Garung kemudian kegiatan kedua dilaksanakan di Kp. Legok Jeruk.

Ada hal yang menarik pada pelaksanaan sosialisasi di Kp. Garung. Warga Kp. Garung tengah melaksanakan pengajian umum dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1436 H. Kegiatan sosialisasi diselenggarakan langsung setelah perayaan Isra Mi’raj. Sosialisasi dibuka dengan pengantar singkat dari Kades Malasari, E. Sukendar. Ia menjelaskan latarbelakang dibentuknya tim sosialisasi IP4T.

“Pemerintah Desa sangat menyambut baik terbitnya Petunjuk Pelaksanaan IP4T dan segera membentuk tim sosialisasi. Tim ini dibentuk untuk membantu tugas kepala desa dalam pelaksanaan program IP4T di Desa Malasari”, jelasnya.
????Dalam pemaparan umum yang disampaikan ketua tim, Yoyo Sutiryo, warga diajak untuk memahami latar belakang, maksud dan tujuan dibentuknya tim sosialisasi IP4T (Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah).

“Mari kita gunakan kesempatan lahirnya Juklak IP4T ini dengan sebaik-baiknya. Bukan hanya untuk kita, tetapi untuk anak cucu kita di masa yang akan datang”, ujar Yoyo di akhir sesi pemaparannya.

Ia juga mengajak warga agar bijaksana memanfaatkan kesempatan ini agar tidak melakukan tindakan melanggar hukum dan perambahan hutan. Secara singkat dan jelas, sekretaris tim, Sukandar (Sekdes Malasari), memberikan petunjuk teknis pengisian Formulir Permohonan Inventarisasi Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan dan pembuatan Daftar Subyek Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan Dan Pemanfaatan Tanah (IP4T) serta lampiran-lampiran penunjang lainnya yang diperlukan.

Seiring meningkatnya kebutuhan tanah untuk kepentingan umum di masa yang akan datang, ia menegaskan bahwa di setiap kampung harus memprioritaskan lahan untuk kepentingan umum, seperti untuk pembangunan sarana ibadah, pendidikan, kuburan umum, dll.

Di akhir sesi diskusi, pemandu acara, Rohmat Hidayat (Ketua BPD) menyimpulkan bahwa persoalan agraria merupakan salah satu sumber konflik yang salah satu upaya penyelesaiannya adalah melalui program IP4T. Melalui IP4T, data fisik dan data yuridis tanah akan jelas dan secara administratif dapat dipetakan dengan baik oleh pemerintah serta masyarakat akan mendapatkan kepastian hukum dalam hal penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah.

Sosialisasi dan diskusi di Kp. Garung dan Kp. Legok Jeruk ini merupakan rangkaian dari diskusi-diskusi sebelumnya yang telah dilaksanakan di beberapa tempat, yaitu di Kp. Pabangbon, Kp. Kopo, Kp. Nyungcung, dan Kp. Keramat. Sosialisasi dan diskusi masih akan dilanjutkan di beberapa tempat. Direncanakan pekan depan sosialisasi akan dilaksanakan di Kp. Malasari dengan mengundang warga dari kampung-kampung terdekat. Kegiatan sosialisasi ini merukapan aksi ‘aktif-kolektif’ pemerintah desa dan masyarakat desa dalama rangka mengaktualisasikan paradigma desa membangun dan membangun desa sesuai dengan spirit UU Desa.

About desa malasari

Check Also

musrenbangdesmal-002

Pemdes Malasari Gelar Musrenbang untuk Tahun Anggaran 2017

[Malasari-malasari.desa.id] Sesuai amanat Undang-undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa serta peraturan dan regulasi dibawahnya, Pemerintah …

4 comments

  1. Buktikan tata kelola lahan oleh warga hasilnya lebih baik. kami juga melakukan sosialisasi yang sama di cilacap, banyumas, dan ciamis. mari saling bertukar gagasan

  2. Desa Malasari makin jos pokoke

  3. aris kurniawan

    Acara yg menarik nih.. damai dan meminimalisir konflik

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *